{"id":9115,"date":"2025-07-28T07:34:20","date_gmt":"2025-07-28T04:34:20","guid":{"rendered":"https:\/\/drelisblog.com\/?p=9115"},"modified":"2025-10-16T14:47:16","modified_gmt":"2025-10-16T11:47:16","slug":"siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/","title":{"rendered":"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ?"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai seorang teolog dan ahli bahasa, saya mengemban tugas untuk meneliti klaim yang menyatakan bahwa nama Yesus dalam bahasa Ibrani seharusnya diterjemahkan menjadi \u201cYahshua,\u201d ini merupakan sebuah gagasan yang tidak memiliki dasar dan bukti dalam sumber-sumber bahasa Ibrani atau bahasa Aram kuno. Analisis berdasarkan perspektif linguistik, historis, dan teologis, menjelaskan tentang asal-usul serta makna nama Yesus, menegaskan bahwa \u201cYeshua\u201d (\u05d9\u05e9\u05c1\u05d5\u05bc\u05e2) atau \u201cYehoshua\u201d (\u05d9\u05d4\u05d5\u05e9\u05c1\u05d5\u05e2) adalah kata asli dalam Bahasa Ibrani, sedangkan kata \u201cYahshua\u201d adalah spekulasi belaka. Pembahasan ini menggabungkan bukti tekstual, analisis etimologis, serta\u00a0 konteks budaya-linguistik zaman Bait Suci Kedua untuk memperjelas bentuk dan makna dari nama tersebut.<\/p>\n<p>Dalam Bahasa Yunani (Judeo-Greek) Perjanjian Baru, nama Yesus secara konsisten ditulis dengan \u1f38\u03b7\u03c3\u03bf\u1fe6\u03c2 (I\u0113sous). Bentuk transliterasi Yunani ini sesuai dengan nama Ibrani Yeshua (\u05d9\u05e9\u05c1\u05d5\u05bc\u05e2) atau bentuk panjangnya, Yehoshua (\u05d9\u05d4\u05d5\u05e9\u05c1\u05d5\u05e2), kedua nama ini umum digunakan di kalangan orang Yahudi pada masa Bait Suci Kedua (sekitar 516 SM\u201370 M). Nama Yeshua muncul hampir tiga puluh kali dalam Alkitab Ibrani, merujuk kepada orang yang berbeda\u00a0 (misalnya Ezra 3:2; Nehemia 3:19; 1 Tawarikh 24:11). Demikian pula, Yehoshua, paling terkenal dikaitkan dengan Yosua, penerus Musa, juga banyak dijumpai dalam teks Alkitab (misalnya Bilangan 13:16). Nama-nama ini, yang berakar dari tradisi linguistik bahasa Ibrani, menjadi dasar yang penting untuk memahami nama Yesus.<\/p>\n<p>Secara etimologis, nama Yehoshua (\u05d9\u05d4\u05d5\u05e9\u05c1\u05d5\u05e2) merupakan gabungan dari dua akar kata Ibrani: mengandung unsur Allah \u05d9\u05d4\u05d5 (Yahu)\u2014bentuk pendek dari nama ilahi YHWH (Tetragrammaton)\u2014dan kata kerja \u05d9\u05e9\u05e2 (yasha\u2018) yang berarti \u201cmenyelamatkan\u201d atau \u201cmembebaskan.\u201d Dengan demikian, Yehoshua dapat diterjemahkan sebagai \u201cYHWH menyelamatkan\u201d atau \u201cTuhan adalah keselamatan.\u201d Setelah masa pembuangan ke Babel, Yehoshua disingkat menjadi Yeshua (\u05d9\u05e9\u05c1\u05d5\u05bc\u05e2) untuk mempermudah pengucapannya, namun tetap mempertahankan makna keselamatan. Bentuk pendek ini kemungkinan muncul karena pergeseran fonetik dalam bahasa Ibrani dan Aram, di mana awalan yod-heh (\u05d9\u05d4) dalam Yehoshua mengalami penyederhanaan sehingga menjadi Yeshua. Dalam konteks ini, Yeshua dapat diartikan sebagai \u201cDia [Tuhan] menyelamatkan\u201d atau \u201ckeselamatan,\u201d tergantung pada nuansa sintaksisnya.<\/p>\n<p>Kesetaraan antara Yeshua dan Yehoshua dalam bahasa Yunani (Judeo-Greek) sangatlah\u00a0 penting. Kata dalam bahasa Yunani \u1f38\u03b7\u03c3\u03bf\u1fe6\u03c2 (I\u0113sous) tidak membedakan Yeshua dan Yehoshua seperti halnya bahasa Ibrani karena bahasa Yunani tidak memiliki ketepatan fonetik untuk mencerminkan perbedaan halus dalam vokalisasi bahasa Ibrani. Maka baik Yeshua maupun Yehoshua, keduanya diterjemahkan menjadi \u1f38\u03b7\u03c3\u03bf\u1fe6\u03c2 dalam Septuaginta (terjemahan bahasa Yunani dari Alkitab Ibrani) maupun Perjanjian Baru. Sebagai contoh, Yosua bin Nun disebut \u1f38\u03b7\u03c3\u03bf\u1fe6\u03c2 dalam Septuaginta (misalnya Yosua 1:1), begitu pula Yesus dari Nazaret dalam Injil. Kesinambungan linguistik ini menunjukkan kesamaan nama-nama tersebut dalam konteks bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani.<\/p>\n<p>Makna teologis dari nama Yesus dijelaskan secara eksplisit dalam Injil Matius: \u201cEngkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka\u201d (Matius 1:21, TB). Pernyataan ini secara langsung mengaitkan nama Yeshua dengan akar kata semantiknya, \u05d9\u05e9\u05e2 (yasha), yang berarti \u201cmenyelamatkan.\u201d Dalam bahasa Ibrani, nama Yeshua secara fonetik dan konseptual terkait dengan kata benda \u05d9\u05b0\u05e9\u05c1\u05d5\u05bc\u05e2\u05b8\u05d4 (yeshu\u2018ah), yang berarti \u201ckeselamatan.\u201d Pernyataan Matius ini mengandung permainan kata: Yesus (Yeshua) disebut \u201ckeselamatan\u201d karena Ia menjadi wujud nyata dari tindakan Allah dalam menyelamatkan umat-Nya. Penafsiran ini selaras dengan tradisi bangsa Yahudi yang memberi nama berdasarkan makna teologis atau nubuat\u00a0 sehingga mencerminkan peran atau panggilan ilahi si pemilik nama.<\/p>\n<p>Akar dari kata Yeshua tampak mencakup kata kerja \u05d4\u05d9\u05d4 (hayah), yang berarti \u201cada,\u201d dan \u05d9\u05e9\u05e2 (yasha\u2018), yang berarti \u201cmenyelamatkan.\u201d Unsur \u05d9\u05d4 (yah) pada kata Yehoshua berkaitan dengan nama Allah dan kata kerja \u201cada,\u201d karena YHWH dikaitkan dengan eksistensi yang kekal (bdk. Keluaran 3:14, \u201cAKU ADALAH AKU\u201d). Pada saat yang sama, tema penyelamatan (\u05d9\u05e9\u05e2) memperkuat misi penebusan yang dikaitkan dengan Yesus dalam teologi Kristen. Etimologi ganda ini memperkaya makna nama Yesus, mennandakan kehadiran Allah sekaligus penyelamatan. Namun,hubungan yang tepat dari akar kata dalam pembentukan kata Yeshua masih menjadi bahan diskusi ilmiah karena nama-nama Ibrani kuno sering kali memadukan beberapa lapisan makna secara semantik.<\/p>\n<p>Sebaliknya, nama \u201cYahshua\u201d yang diajukan oleh beberapa kalangan tidak ditemukan dalam sumber-sumber Bahasa Ibrani kuno atau Bahasa Aram. Para pendukung kata \u201cYahshua\u201d berpendapat bahwa nama ini menggabungkan \u201cYah\u201d (bentuk pendek dari YHWH) dan \u201cshua\u201d (dari akar kata yang berarti \u201cmenyelamatkan\u201d atau \u201cberseru minta tolong\u201d). Secara teologis, bentuk ini memang tampak menarik karena bisa diartikan sebagai \u201cYah yang menyelamatkan,\u201d sejalan dengan peran penyelamatan Yesus. Namun, bentuk ini bermasalah secara linguistik. Kata kerja bahasa Ibrani untuk \u201cmenyelamatkan\u201d adalah \u05d9\u05e9\u05e2 (yasha\u2018), bukan \u05e9\u05c1\u05d5\u05bc\u05e2\u05b7 (shu\u2018a), yang lebih terkait dengan makna \u201cberseru minta tolong\u201d (bdk. Mazmur 28:2). Selain itu, tidak ada satu pun teks Yahudi dari masa Bait Suci Kedua atau sebelumnya yang memakai \u201cYahshua\u201d sebagai nama pribadi. Gulungan Laut Mati, literatur rabinik, dan sumber-sumber sezaman lainnya secara konsisten menggunakan Yeshua atau Yehoshua, bukan \u201cYahshua.\u201d<\/p>\n<p>Tidak adanya kata \u201cYahshua\u201d dalam catatan sejarah menunjukkan bahwa nama ini merupakan konstruksi modern, yang mungkin muncul karena keinginan untuk menonjolkan unsur Allah\u00a0\u201cYah\u201d dalam identitas Yesus. Meskipun dorongan ini mencerminkan kreativitas teologis, ia tidak didukung oleh bukti empiris. Analisis linguistik terhadap pola pemberian nama dalam bahasa Ibrani menunjukkan bahwa nama-nama teoforis biasanya mengikuti pola seperti Yehoshua (\u05d9\u05d4\u05d5\u05e9\u05c1\u05d5\u05e2), Yirmeyahu (\u05d9\u05e8\u05de\u05d9\u05d4\u05d5, Yeremia), atau Yeshayahu (\u05d9\u05e9\u05c1\u05e2\u05d9\u05d4\u05d5, Yesaya), di mana unsur ilahi \u05d9\u05d4\u05d5 atau \u05d9\u05d4 digabungkan dengan kata kerja atau kata benda. Nama Yeshua sesuai dengan pola ini sebagai bentuk singkat, namun \u201cYahshua\u201d menyimpang tanpa preseden.<\/p>\n<p>Secara budaya, popularitas nama Yeshua pada masa Bait Suci Kedua didokumentasikan\u00a0 dengan baik. Sejarawan Yahudi, Yosefus, menyebut beberapa orang bernama Yeshua, dan nama ini juga ditemukan dalam prasasti pada osuari (=peti tulang) dari masa tersebut. Hal ini\u00a0 menunjukkan bahwa Yeshua adalah nama yang umum, sama seperti dengan nama-nama modern seperti Yohanes atau Maria. Pemilihan nama Yeshua untuk Yesus, sebagaimana dicatat dalam Injil, mencerminkan nama Yahudi biasa yang diberi makna teologis melalui penyataan ilahi (Matius 1:21; Lukas 1:31).<\/p>\n<p>Sifat spekulatif dari kata \u201cYahshua\u201d tidak menutup kemungkinan bahwa nama Yesus memiliki akar etimologis yang kompleks. Gabungan makna \u201cada\u201d (\u05d4\u05d9\u05d4) dan \u201cmenyelamatkan\u201d (\u05d9\u05e9\u05e2) dalam Yeshua atau Yehoshua membuka ruang refleksi teologis yang dalam. Namun, tanpa bukti tekstual atau epigrafis, \u201cYahshua\u201d tetap bersifat hipotesis. Konsensus ilmiah, berdasarkan tradisi manuskrip, pola linguistik, dan konteks sejarah, mendukung Yeshua (atau Yehoshua) sebagai nama Ibrani yang otentik bagi Yesus.<\/p>\n<p>Kesimpulan, nama Yesus dalam bahasa Yunani\u2014\u1f38\u03b7\u03c3\u03bf\u1fe6\u03c2 (I\u0113sous)\u2014berasal dari bahasa Ibrani Yeshua (\u05d9\u05e9\u05c1\u05d5\u05bc\u05e2) atau Yehoshua (\u05d9\u05d4\u05d5\u05e9\u05c1\u05d5\u05e2), berarti \u201ckeselamatan\u201d atau \u201cYHWH menyelamatkan.\u201d Kedua bentuk ini memiliki bukti kuat dalam sumber-sumber Alkitab dan non-Alkitab, mencerminkan penggunaannya yang luas dalam budaya Yahudi. Makna teologis dari nama ini, sebagaimana ditegaskan dalam Matius 1:21, berhubungan langsung dengan akar linguistiknya, menegaskan peran Yesus sebagai Juruselamat. Sebaliknya, bentuk \u201cYahshua\u201d tidak memiliki landasan sejarah dan tampaknya merupakan ciptaan modern tanpa dukungan dari bukti kuno. Sebagai seorang teolog dan ahli bahasa, kita harus mengutamakan data yang teruji daripada rekonstruksi spekulatif, dan menegaskan bahwa Yeshua adalah nama yang menjembatani ketepatan bahasa dan kebenaran teologis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang teolog dan ahli bahasa, saya mengemban tugas untuk meneliti klaim yang menyatakan bahwa nama Yesus dalam bahasa Ibrani seharusnya diterjemahkan menjadi \u201cYahshua,\u201d ini merupakan sebuah gagasan yang tidak memiliki dasar dan bukti dalam sumber-sumber bahasa Ibrani atau bahasa Aram kuno. Analisis berdasarkan perspektif linguistik, historis, dan teologis, menjelaskan tentang asal-usul serta makna nama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":179,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[418],"tags":[],"class_list":{"0":"post-9115","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-hebrew-id"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.3 (Yoast SEO v26.6) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ? - Jewish Studies for Christians<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tammy Yu\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b\"},\"headline\":\"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ?\",\"datePublished\":\"2025-07-28T04:34:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T11:47:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/\"},\"wordCount\":1047,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"articleSection\":[\"Ibrani\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/\",\"url\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/\",\"name\":\"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ? - Jewish Studies for Christians\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-07-28T04:34:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T11:47:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/drelisblog.com\/\",\"name\":\"Dr Eli's Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/drelisblog.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\",\"name\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/drelisblog.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/drelisblog.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png\",\"width\":2560,\"height\":470,\"caption\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/drelisblog.com\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b\",\"name\":\"Tammy Yu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Tammy Yu\"},\"url\":\"https:\/\/drelisblog.com\/id\/author\/tammyyulianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ? - Jewish Studies for Christians","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/"},"author":{"name":"Tammy Yu","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b"},"headline":"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ?","datePublished":"2025-07-28T04:34:20+00:00","dateModified":"2025-10-16T11:47:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/"},"wordCount":1047,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"articleSection":["Ibrani"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/","url":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/","name":"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ? - Jewish Studies for Christians","isPartOf":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website"},"datePublished":"2025-07-28T04:34:20+00:00","dateModified":"2025-10-16T11:47:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nama-yesus-yang-sebenarnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siapakah Nama Yesus yang Sebenarnya ?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website","url":"https:\/\/drelisblog.com\/","name":"Dr Eli's Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/drelisblog.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98","name":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/drelisblog.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/drelisblog.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","width":2560,"height":470,"caption":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel"},"logo":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/drelisblog.com"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b","name":"Tammy Yu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Tammy Yu"},"url":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/author\/tammyyulianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/179"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9115"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9115\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}